detikBali

AHY Bahas 3 Fokus Pembangunan Bali, dari Tata Ruang hingga Perumahan

Terpopuler Koleksi Pilihan

AHY Bahas 3 Fokus Pembangunan Bali, dari Tata Ruang hingga Perumahan


Rizki Setyo Samudero - detikBali

Rakor Pembangunan Wilayah di Bali dipimpin oleh Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono di Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7/2026).
Rakor Pembangunan Wilayah di Bali dipimpin oleh Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono di Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7/2026). (Foto: Rizki Setyo/detikBali)
Denpasar -

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali bersama sejumlah menteri dan kepala daerah se-Bali di Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7/2026). Dalam rakor itu, AHY membahas tiga fokus pembangunan wilayah Bali.

AHY mengatakan fokus pertama ialah menghadirkan tata ruang kewilayahan yang berkelanjutan. Menurutnya, penataan ruang harus dilakukan secara proporsional agar pembangunan tetap berjalan seimbang.

"Seimbang antara alokasi untuk sektor pariwisata, kemudian juga untuk perumahan masyarakat. Dan di sisi lain, kita juga terus menjaga lahan sawah agar tetap produktif, karena kita juga harus memiliki ketahanan pangan karena pertumbuhan yang tinggi tadi," kata AHY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AHY mengatakan penguatan infrastruktur dasar juga menjadi fokus pembangunan di Bali. Menurutnya, pemeliharaan dan pembangunan jalan perlu terus dilakukan, terutama untuk meningkatkan akses menuju Bali utara, timur, dan barat.

ADVERTISEMENT

Ia juga menilai pengembangan konektivitas transportasi multimoda harus terus didorong. Menurutnya, transportasi publik dapat menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan dan kepadatan lalu lintas di Bali yang belakangan viral di media sosial.

"Tadi Pak Menteri Bappenas juga mengingatkan infrastruktur bukan hanya fisik tapi juga infrastruktur sosial. Artinya pendidikannya, kesehatannya juga harus tetap diperhatikan dan air bersih juga menjadi faktor yang sangat penting," jelas Ketua Umum Partai Demokrat itu.

AHY juga menyinggung kemacetan saat arus mudik Lebaran di Pelabuhan Gilimanuk. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan kebijakan jangka pendek, menengah, hingga panjang untuk mengatasi persoalan tersebut.

Selain tata ruang dan infrastruktur, AHY mengatakan penataan sektor perumahan dan kawasan permukiman menjadi fokus ketiga dalam rakor tersebut.

"Kita juga punya program untuk menghadirkan perumahan yang lebih layak dan juga terjangkau melalui program-program perumahan rakyat yang intinya adalah fokus pada membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah," sambungnya.

AHY mengatakan rakor digelar untuk memastikan kebijakan pemerintah pusat dan daerah tetap sinkron serta selaras dengan kearifan lokal dan karakteristik wilayah Bali.

"Karena Bali sekali lagi spesial unik yang harus kita jaga keseimbangannya. Ekonomi tumbuh tinggi, pariwisatanya berkembang, ekonomi kreatifnya juga maju, tapi tetap harus memperhatikan budaya, kearifan lokal, tradisi yang juga harus diluhurkan," tandasnya.

Rakor tersebut turut dihadiri Menteri Pariwisata, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Ekonomi Kreatif, Wakil Menteri ATR/BPN, serta bupati dan wali kota se-Bali.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads